Karena saya menulis ini di jam yang cukup malam, semoga kalimat yang saya tulis masih cukup nyaman dicerna ya hehe..
Tulisan saya kali ini berawal dari "perang" komen di salah satu status facebook saya :) sy menulis di awal kalimat ttg nama sekolah swasta Islam yg cukup terkenal di Surabaya, nama sekolahnya sebagian saya beri tanda ***, isi status saya menceritakan tentang kunjungan sekolah tsb ke sebuah sekolah di Turki, saya menulis berapa uang pangkal dan SPP sekolah tsb kemudian saya menuliskan anak tetangga saya yang kebanyakan memang bersekolah di situ tetapi saya menyayangkan beberapa dari mereka tidak menjadikan jilbab sebagai kebiasaan dan kewajiban di usia mereka yang pastinya sudah akil baligh. Di akhir status, saya mengutip hadits bahwa ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya.
Tidak terlintas sama sekali bahwa saya bermaksud menjelek-jelekkan sekolah ini. Sampai kemudian ada salah satu teman facebook saya berkomentar: "wah sepertinya saya tau sekolah yang dimaksud, kayaknya menuding ya ini..awas mencemarkan nama baik ya..."
Well...komen pertama dari dia sepanjang sejarah bertahun2 fb-an daaan langsung mengancam :D sahabat saya yang mengirim PM melalui inbox fb saya mengatakan kalau dia juga paling benci sama orang yang main mengancam nama baik. Saya seperti kembali ke jaman orde baru, dilarang berekspresi dan menyampaikan pendapat/opini. Apakah dia tidak punya akun twitter? begitu gamblang orang menulis institusi atau perusahaan yang dikomplain, misalnya Garuda Indonesia yang pernah delay dan diprotes teman yang saya follow, atau protes dari follower kepada provider telekomonikasi yang lemot, yang pastinya itu dibaca oleh sejuta umat karena twitter juga adalah social media.
Saya menulis, tolong jaga sopan santun, itu karena ancaman dalam komennya...walaupun dia menulis kalau itu bukan ancaman hanya agar saya berhati-hati...errrrr...mengancam sama hati2 beti ya ciiiyn kyknya alias beda tipis :) ga ada ramah2nya..malah langsung ce-ramah (masih temennya ramah sih hehe)
Saya dan ibu guru ini nampaknya tidak sama dalam mengartikan "tabayyun", dia menganggap kalo tabayyun itu ya saya harus menyebutkan nama sekolahnya, bisa dilihat betapa dia memaksaaaa saya untuk mengatakan nama sekolah yang saya maksud di status...*ciiiyn suami sama emak eike aja ga pernah maksa maksa ciiiyn...*
Sedangkan saya mengartikan tabayyun itu adalah maksud dan tujuan saya menulis status, bahwa saya sama sekali ga ada niatan jelek-jelekin. Semata2 opini, bisa dilihat kalimat saya, bhw sy menceritakan kondisi anak2 tetangga saya. Karena itu jugalah saya tidak menulis secara gamblang judul sekolahnya, lha wong saya respect kok sama sekolah tsb.
Justruuu ya, justru karena sekolah ini menjadi "rujukan" banyak orang yang punya misi menjadikan anak2nya berakhlakul karimah, pintar dan sholih/sholihah (dan orang percaya dan pasrah sepenuhnya kepada pihak sekolah, bahwa anak2nya pasti akan menjadi seperti yang mereka harapkan, tp kemudian melupakan tanggungjawab orangtua), maka saya menuliskan sekolah ini sebagai contoh. Ya, karena brand awareness masyarakat akan sekolah ini cukup tinggi, ekpektasi mereka thd sekolah semacam ini tentu juga tinggi, karena nya saya menjadikannya "opening" di status ini, kalau sekolah yang sehebat ini saja masih bisa "kecolongan" maka plis ortu yuk sama2 memperbaiki akhlak kita agar anak2 menauladani kita juga. Karena ya ibu adalah madrasah utama bagi anak2nya dan Ayah adalah pembentuk karakter anak..(CMIIW sy pernah baca tulisan Elly Risman bhw Indonesia ternyata adalah fatherless country).
Di status itu pula saya juga menulis anak tetangga, yang itu berarti yang saya tulis adalah sebatas opini saya atas kenyataan yang saya lihat di kejadian sehari-hari di sekitar saya. Apa perlu bukti foto gituh biar ga hoax? hehehe...
Kesalahan saya, barangkali, adalah, saya menulis, ini rumah saya jangan mengatur wall saya..hmmm..itu saya nulis nya barengan saat saya sedang diskusi tentang produk yang salah jahit *mencari kambing hitam*, ya, saya gitu kalo ada keruwetan di salah satu sisi, sisi lain bisa kena omelan yg ga pada tempatnya, misal contoh lain di rumah, klo lagi capeeek pengennya "me time" tp ga bisa, dan anak2 yg sebetulnya bertingkah kreatif, terlihat menyebalkan dan bikin kesel, jadinya...anak2 yg kena omel..ya semacam itulah..*curcol ya jadinya*
Betul bahwa saya menulis status ini di social media sehingga menjadi tanggungjawab saya atas apa yang saya tuliskan, tp semua tuduhannya sudah saya jawab, dan dia tetaaap memaksa saya menyebutkan nama sekolah nya, bolakbalik kata: hayoooo...hayoooo...*semacam tebak2 buah manggis* kan lebih enak gini: "hayooo mba Arin ditaksir Omar Borkan ya..sm Maher Zain juga ya hayooo..ntar ketauan mas Reka lho..hayooo..." #tolongabaikan #mimpi
Sy dianggap ga bener karena membawa nama sekolah tertentu, padahal juga sudah saya jelaskan kalau yang saya tulis adalah opini saya dari kejadian sehari2 yang saya perhatikan 2 tahunan ini, dan saya respect dengan sekolah ybs karenanya tidak saya tuliskan gamblang, karena ya itu tadi di atas...*nanya lagi sih, nooooh sy copas lagi ya..hehe* : brand awareness masyarakat akan sekolah ini cukup tinggi, ekpektasi
mereka thd sekolah semacam ini tentu juga tinggi, karena nya saya
menjadikannya "opening" di status ini, kalau sekolah yang sehebat ini
saja masih bisa "kecolongan" maka plis ortu yuk sama2 memperbaiki akhlak
kita agar anak2 menauladani kita juga. Karena ya ibu adalah madrasah
utama bagi anak2nya dan Ayah adalah pembentuk karakter anak..(CMIIW sy
pernah baca tulisan Elly Risman bhw Indonesia ternyata adalah fatherless
country)...
Sebetulnya dia adalah lover a.k.a penggemar saya, bisa dilihat dr semua yg sy tulis dia tulis ulang termasuk bikin coklat dingin! :D pun juga di status2nya :D *lebay krn terlalu Ge eR akan mengakibatkan hidung semakin jajaran genjang, #papatah MamahRintul*
Ohya, dari semua yang komen di fb, bbm, inbox fb semua mengambil kesimpulan yang sama, bhw saya hanya ingin menyampaikan seperti yang ditulis dek Otty dan dek Azmil: sah2 saja sekolah di tmp yg mahal dan dianggap berkualitas..tp tetap
pendidikan drmh yg utama.yg ditekankan mbk arin adl PENDIDIKAN
DIRUMAH....krn sayang bgt udah sekolah mahal..tp penddkn drmh diabaikan..(copas komen dek Otty)
Seorang mantan guru dari sekolah tsb juga menyimpulkan hal yg sama, via bbm dia share ke saya..ga ada ceritanya ada menyimpulkan bhw saya mendiskreditkan pihak tertentu (dia menyinggung komen salah satu sahabat sy yg dokter Obgyn, pdhl yg dimaksud ibu dokter adalah sekolah islam pada umumnya, tidak menyebut judul sekolah tertentu), iya persepsi yg lain ya hanya dari dia..semua mengambil garisbesar secara keseluruhan, tentang sekolah Islam secara general dan kesimpulan terakhir ttg kutipan hadits yg sy tulis..
Jadi yaaa..saya bukannya ga mau dikomentari, bukannya ga mau didebat, karena semua yang ditanyakan oleh si ibu ini sudah saya jelaskan...hanya menurut dia penjelasan sy masiiii aja kurang ye boook..mksd hati sy minta melanjutkan lewat PM adalah biar sama2 enak ngobrolnya, biar ada "hangat" lagi, ga "perang" komen..kok seneng to engkel2an gitu..ada ya manfaatnya? wong ya udah lama ga tegur sapa, kan lebih enak kalo nanyain keluarga, anak2, diskusi resep, parenting..lak enak to, iya to, mantep to? tak gendong kemana-mana...*nah ini pikiran udah kemana2 nih, waktunya tidur saudara2 sebangsa setanah air, kita songsong kenaikan harga BBM esok hari dengan semangat menjemput rizki dan memperbaiki diri, merdekaaaa!*
Saya, mohon maaf ye mpok2, abang2 smua..kalo ada salah2 kata..salah2 tulis..salah2 ngasi harga produk Quinsha :p Mohooon dimaafkeeeun...tegur saya kalo ada yg salah..saling menasehati dalam kebaikan bukan dalam kengeyelan :D
Good night Good people!
Hemat di manapun dan kapanpun, bawa bontotan di Marina Bay Sands
nasi + lauk 1-2 dollaran huehehehe...




.jpg)
