Halaman

Selasa, 14 Mei 2013

Berani Menulis Berani Bertanggungjawab


Karena saya menulis ini di jam yang cukup malam, semoga kalimat yang saya tulis masih cukup nyaman dicerna ya hehe..

Tulisan saya kali ini berawal dari "perang" komen di salah satu status facebook saya :) sy menulis di awal kalimat ttg nama sekolah swasta Islam yg cukup terkenal di Surabaya, nama sekolahnya sebagian saya beri tanda ***, isi status saya menceritakan tentang kunjungan sekolah tsb ke sebuah sekolah di Turki, saya menulis berapa uang pangkal dan SPP sekolah tsb kemudian saya menuliskan anak tetangga saya yang kebanyakan memang bersekolah di situ tetapi saya menyayangkan beberapa dari mereka tidak menjadikan jilbab sebagai kebiasaan dan kewajiban di usia mereka yang pastinya sudah akil baligh. Di akhir status, saya mengutip hadits bahwa ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya.

Tidak terlintas sama sekali bahwa saya bermaksud menjelek-jelekkan sekolah ini. Sampai kemudian ada salah satu teman facebook saya berkomentar: "wah sepertinya saya tau sekolah yang dimaksud, kayaknya menuding ya ini..awas mencemarkan nama baik ya..."

Well...komen pertama dari dia sepanjang sejarah bertahun2 fb-an daaan langsung mengancam :D sahabat saya yang mengirim PM melalui inbox fb saya mengatakan kalau dia juga paling benci sama orang yang main mengancam nama baik. Saya seperti kembali ke jaman orde baru, dilarang berekspresi dan menyampaikan pendapat/opini. Apakah dia tidak punya akun twitter? begitu gamblang orang menulis institusi atau perusahaan yang dikomplain, misalnya Garuda Indonesia yang pernah delay dan diprotes teman yang saya follow, atau protes dari follower kepada provider telekomonikasi yang lemot, yang pastinya itu dibaca oleh sejuta umat karena twitter juga adalah social media.

Saya menulis, tolong jaga sopan santun, itu karena ancaman dalam komennya...walaupun dia menulis kalau itu bukan ancaman hanya agar saya berhati-hati...errrrr...mengancam sama hati2 beti ya ciiiyn kyknya alias beda tipis :) ga ada ramah2nya..malah langsung ce-ramah (masih temennya ramah sih hehe)

Saya dan ibu guru ini nampaknya tidak sama dalam mengartikan "tabayyun", dia menganggap kalo tabayyun itu ya saya harus menyebutkan nama sekolahnya, bisa dilihat betapa dia memaksaaaa saya untuk mengatakan nama sekolah yang saya maksud di status...*ciiiyn suami sama emak eike aja ga pernah maksa maksa ciiiyn...*

Sedangkan saya mengartikan tabayyun itu adalah maksud dan tujuan saya menulis status, bahwa saya sama sekali ga ada niatan jelek-jelekin. Semata2 opini, bisa dilihat kalimat saya, bhw sy menceritakan kondisi anak2 tetangga saya. Karena itu jugalah saya tidak menulis secara gamblang judul sekolahnya, lha wong saya respect kok sama sekolah tsb. 

Justruuu ya, justru karena sekolah ini menjadi "rujukan" banyak orang yang punya misi menjadikan anak2nya berakhlakul karimah, pintar dan sholih/sholihah (dan orang percaya dan pasrah sepenuhnya kepada pihak sekolah, bahwa anak2nya pasti akan menjadi seperti yang mereka harapkan, tp kemudian melupakan tanggungjawab orangtua), maka saya menuliskan sekolah ini sebagai contoh. Ya, karena brand awareness masyarakat akan sekolah ini cukup tinggi, ekpektasi mereka thd sekolah semacam ini tentu juga tinggi, karena nya saya menjadikannya "opening" di status ini, kalau sekolah yang sehebat ini saja masih bisa "kecolongan" maka plis ortu yuk sama2 memperbaiki akhlak kita agar anak2 menauladani kita juga. Karena ya ibu adalah madrasah utama bagi anak2nya dan Ayah adalah pembentuk karakter anak..(CMIIW sy pernah baca tulisan Elly Risman bhw Indonesia ternyata adalah fatherless country).

Di status itu pula saya juga menulis anak tetangga, yang itu berarti yang saya tulis adalah sebatas opini saya atas kenyataan yang saya lihat di kejadian sehari-hari di sekitar saya. Apa perlu bukti foto gituh biar ga hoax? hehehe...

Kesalahan saya, barangkali, adalah, saya menulis, ini rumah saya jangan mengatur wall saya..hmmm..itu saya nulis nya barengan saat saya sedang diskusi tentang produk yang salah jahit *mencari kambing hitam*, ya, saya gitu kalo ada keruwetan di salah satu sisi, sisi lain bisa kena omelan yg ga pada tempatnya, misal contoh lain di rumah, klo lagi capeeek pengennya "me time" tp ga bisa, dan anak2 yg sebetulnya bertingkah kreatif, terlihat menyebalkan dan bikin kesel, jadinya...anak2 yg kena omel..ya semacam itulah..*curcol ya jadinya*

Betul bahwa saya menulis status ini di social media sehingga menjadi tanggungjawab saya atas apa yang saya tuliskan, tp semua tuduhannya sudah saya jawab, dan dia tetaaap memaksa saya menyebutkan nama sekolah nya, bolakbalik kata: hayoooo...hayoooo...*semacam tebak2 buah manggis* kan lebih enak gini: "hayooo mba Arin ditaksir Omar Borkan ya..sm Maher Zain juga ya hayooo..ntar ketauan mas Reka lho..hayooo..." #tolongabaikan  #mimpi

Sy dianggap ga bener karena membawa nama sekolah tertentu, padahal juga sudah saya jelaskan kalau yang saya tulis adalah opini saya dari kejadian sehari2 yang saya perhatikan 2 tahunan ini, dan saya respect dengan sekolah ybs karenanya tidak saya tuliskan gamblang, karena ya itu tadi di atas...*nanya lagi sih, nooooh sy copas lagi ya..hehe* : brand awareness masyarakat akan sekolah ini cukup tinggi, ekpektasi mereka thd sekolah semacam ini tentu juga tinggi, karena nya saya menjadikannya "opening" di status ini, kalau sekolah yang sehebat ini saja masih bisa "kecolongan" maka plis ortu yuk sama2 memperbaiki akhlak kita agar anak2 menauladani kita juga. Karena ya ibu adalah madrasah utama bagi anak2nya dan Ayah adalah pembentuk karakter anak..(CMIIW sy pernah baca tulisan Elly Risman bhw Indonesia ternyata adalah fatherless country)...

Sebetulnya dia adalah lover a.k.a penggemar saya, bisa dilihat dr semua yg sy tulis dia tulis ulang termasuk bikin coklat dingin! :D pun juga di status2nya :D *lebay krn terlalu Ge eR akan mengakibatkan hidung semakin jajaran genjang, #papatah MamahRintul*

Ohya, dari semua yang komen di fb, bbm, inbox fb semua mengambil kesimpulan yang sama, bhw saya hanya ingin menyampaikan seperti yang ditulis dek Otty dan dek Azmil: sah2 saja sekolah di tmp yg mahal dan dianggap berkualitas..tp tetap pendidikan drmh yg utama.yg ditekankan mbk arin adl PENDIDIKAN DIRUMAH....krn sayang bgt udah sekolah mahal..tp penddkn drmh diabaikan..(copas komen dek Otty)

Seorang mantan guru dari sekolah tsb juga menyimpulkan hal yg sama, via bbm dia share ke saya..ga ada ceritanya ada menyimpulkan bhw saya mendiskreditkan pihak tertentu (dia menyinggung komen salah satu sahabat sy yg dokter Obgyn, pdhl yg dimaksud ibu dokter adalah sekolah islam pada umumnya, tidak menyebut judul sekolah tertentu), iya persepsi yg lain ya hanya dari dia..semua mengambil garisbesar secara keseluruhan, tentang sekolah Islam secara general dan kesimpulan terakhir ttg kutipan hadits yg sy tulis..

Jadi yaaa..saya bukannya ga mau dikomentari, bukannya ga mau didebat, karena semua yang ditanyakan oleh si ibu ini sudah saya jelaskan...hanya menurut dia penjelasan sy masiiii aja kurang ye boook..mksd hati sy minta melanjutkan lewat PM adalah biar sama2 enak ngobrolnya, biar ada "hangat" lagi, ga "perang" komen..kok seneng to engkel2an gitu..ada ya manfaatnya? wong ya udah lama ga tegur sapa, kan lebih enak kalo nanyain keluarga, anak2, diskusi resep, parenting..lak enak to, iya to, mantep to? tak gendong kemana-mana...*nah ini pikiran udah kemana2 nih, waktunya tidur saudara2 sebangsa setanah air, kita songsong kenaikan harga BBM esok hari dengan semangat menjemput rizki dan memperbaiki diri, merdekaaaa!*

Saya, mohon maaf ye mpok2, abang2 smua..kalo ada salah2 kata..salah2 tulis..salah2 ngasi harga produk Quinsha :p Mohooon dimaafkeeeun...tegur saya kalo ada yg salah..saling menasehati dalam kebaikan bukan dalam kengeyelan :D

Good night Good people! 

                  Hemat di manapun dan kapanpun, bawa bontotan di Marina Bay Sands
                                                      nasi + lauk 1-2 dollaran huehehehe...









Sabtu, 09 Maret 2013

Princess Quinsha

Quinsha, my little daughter adore Princess Character of Disney so much :D


These pictures were taken at Royal Plaza, Surabaya






She asked me for buying the pink gown, I said NO for sure :p





dd















Rabu, 30 Januari 2013

PERAN PABRIK GULA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI DAERAH




Berita tentang neraca perdagangan RI yang mengalami defisit setelah 16 tahun lalu terakhir kali defisit, membuat saya tertarik untuk mencari informasi lebih jauh. Dari salah satu artikel berita saya dapatkan informasi bahwa Indonesia saat ini merupakan pengimpor BBM (Bahan Bakar Minyak) terbesar di dunia dengan nilai impor BBM sebesar US$ 28 miliar pada tahun 2011. Hal ini karena Indonesia defisit produksi minyak. Pengamat ekonomi, Faisal Basri,  mengatakan kondisi impor BBM yang tinggi ini memperlihatkan Indonesia tidak lagi memiliki kedaulatan energi saat ini. Bahkan,  Indonesia juga mengalami defisit pangan dan manufaktur  karena pemerintah dengan gampangnya mengambil jalur pintas yaitu: mengimpor! Betul apa yang dikatakan Bapak Faisal Basri, sejelek-jeleknya kondisi bangsa ini, tidak pernah sampai harus defisit pangan. Kebijakan pemerintah untuk melindungi petani sangat dinantikan action nya. Bahwa baru-baru ini pemerintah melarang buah-buah impor masuk ke Indonesia perlu diapresiasi dan semoga ada follow up bagi petani lainnya seperti petani tebu, bawang merah, teh, kapas, kedelai dan lainnya.

Sehubungan dengan impor BBM Indonesia yang makin besar, tentunya ada tanda tanya, action apa yang bisa dilakukan oleh kita? Pertanyaan ini kemudian “terhubung” dengan artikel yang saya baca tentang manfaat tebu.  Tebu dan kelapa sawit ternyata merupakan “the future plantation”. Karena dua tanaman ini memiliki potensi keuntungan luarbiasa di masa depan. Tebu, selain bisa diolah dengan hasil utama gula, ternyata dalam industri gula tebu juga memiliki hasil samping yaitu pucuk tebu, blotong, ampas dan molasses (tetes tebu). Pucuk tebu dapat dijadikan pakan ternak, blotong dapat dijadikan pupuk organik untuk budidaya sayuran dan buah-buahan organik yang makin meningkat kebutuhannya dewasa ini, ampas tebu yang dapat di gunakan untuk bahan bakar ketel untuk memproduksi energi dan merupakan sumber energi potensial penghasil listrik, sedangkan tetes (molasses) merupakan bahan baku fermentasi yang dapat menghasilkan etanol dan bahan baku berbagai industri misalnya asam asetat, asam sitrat, lisin, asam sitrat, dan protein sel tunggal.

Mari belajar dari Brazil, negeri Samba ini merupakan pelopor penggunaan bahan bakar kendaraan berbasis tebu dengan produk bioetanolnya. Brazil sebagai negara terbesar dalam pengembangan teknologi otomotif berbahan bakar alkohol dan eksportir etanol terbesar di dunia. Produksi etanol Brazil di tahun 2003-2004 mencapai 13, 6 milyar liter/tahun dan menempatkan Brazil sebagai penghasil bioetanol terbesar di dunia. Dari data yang ada menunjukan bahwa Brazil dan Amerika Serikat menghasilkan 89% bahan bakar etanol dari produksi dunia pada tahun 2009. Sekarang ini Brasil dianggap sebagai negara yang mempunyai ekonomi pertama yang berkelanjutan di dunia biofuel dan pemimpin industri biofuel. Saat ini tidak ada lagi kendaraan ringan di Brazil yang berjalan murni dengan menggunakan bensin. Hal ini sesuai dengan program pemerintahnya untuk memiliki kedaulatan energi dengan tidak tergantung pada impor minyak dari negara-negara Timur Tengah.

 Indonesia sebetulnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan bioetanol berbahan baku tebu. Dengan asumsi 80 liter bioetanol dapat dihasilkan dari 1 ton tebu (data teknis dari Brazil). Jika produktivitas tanaman tebu PTPN X rata-rata 80 ton per  ha maka dari setiap ha lahan tebu dapat dihasilkan 6400 liter etanol. Dengan luas area perkebunan tebu PTPN X sekitar 72.000 ha, maka dapat dihasilkan 460.800.000 liter etanol. Dengan metode penanaman tebu “ring pit planting” maka akan dapat dihasilkan 1.382.400.000 liter. Jika luas areal tebu di Indonesia 470.000 ha dan semua tebu yang dihasilkan dijadikan bioetanol, maka diperoleh 3.008.000.000 liter! Wow angka yang mencengangkan! 

A journey of a thousand miles begins with a single step. Langkah awal ini bisa dimulai oleh PTPN X sebagai salah satu BUMN gula terbesar di Indonesia. Tulisan saya sebelumnya tentang peningkatan upaya on farm yaitu budidaya tebu melalui metode “ring pit planting” sangat menarik untuk dicoba sehubungan dengan upaya PTPN X untuk meningkatkan pendapatan daerah. Dengan metode “ring pit planting”, selain hasil tebu yang meningkat 3 kali lipat (sekitar 300 ton tebu/ha), tentu hasil diversifikasi tebu lainnya seperti ampas, blotong, pucuk tebu, dan tetes tebu (molasses) juga akan meningkat. Jika yang diolah menjadi bioetanol hanya tetesnya saja, maka jika diasumsikan tetes sekitar 4% tebu dan hasil bioetanol sekitar 25% tetes, maka bioethanol yang diperoleh dari 57.600.000 liter menjadi 172.800.000 liter. Amazing! Selain bioetanol, dengan strategi industri dari hulu ke hilir, PTPN X juga dapat meraup keuntungan dari pemanfaatan produk / hasil samping indutri tebu.

Keunggulan bioetanol sebagai bionergi yang utama adalah renewable dan dampak penggunaannnya terhadap lingkungan hidup jauh lebih ramah dari penggunaan fosil energi selama ini. Sebagai sumber energi yang terbarukan (renewable) karena bahan bakunya dari tanaman sehingga akan terus dapat diproduksi ulang. Etanol juga memiliki kelebihan dibandingkan premium, angka oktan etanol ektika menjadi BBM kendaraan bermotor jauh lebih tinggi dbandingkan BBM yang berkualitas baik seperti pertamax. Dari segi ekonomi produksi bioetanol tentu akan sangat menguntungkan pemerintah. Pemerintah akan dapat mengatasi krisis energi, mengurangi polusi akibat emisi gas buang penggunaan BBM,  menghemat devisa dan dapat meningkatkan ekonomi daerah yang tentunya dapat meningkatkan ekonomi secara nasional.

PTPN X sebagai BUMN gula terbesar di Indonesia dapat menjadi contoh bagi industri gula nasional bila dapat menerapkan strategi hulu ke hilir dan metode “ring pit planting” untuk upaya peningkatan on farm dalam produksi gula tebu dan membuktikan bahwa industri gula merupakan “zero waste industry” yang ramah lingkungan dan optimal dalam memanfaatkan hasil produksi baik hasil utama berupa gula dan hasil produksi sampingan. Produksi bioetanol memiliki potensi luar biasa untuk kembali menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki kedaulatan energi dan bahkan bisa menjadi negara eksportir etanol terbesar di dunia. Bila ini terwujud, tidak saja pendapatan daerah akan meningkat tapi juga dapat membantu meringankan beban pemerintah dan meningkatkan perekonomian nasional.

Sabtu, 26 Januari 2013

sepotong kenangan di Solo, 3 tahun lalu :')

 pemandangan di belakang rumah kami..kalau pagi..subhanallah..sejuk, indah, dinikmati sambil minum teh anget...#bahagiaitusederhana

 masih pemandangan di belakang rumah (kontrakan) kami yang mewah..alias..mepet sawah :p

menjelang sore di samping rumah..di sore hari kebanyaka warga Solo juga menikmati teh hangat dan suguhan cemilan hangat..pisang goreng misalnya..rindunya suasana di Solo :))


suatu senja saat matahari pulang ke peraduan, berganti tugas dengan rembulan
#demimasa jika saja kita melihat tanda-tanda kuasaNya :)
 #Quinsha lahir di Solo, 19 Oktober 2009 di RS Triharsi, deket Stasiun Balapan :) rambutnya ditaksir ibu2 perawat hihi..:D alhamdulillah Umi bisa IMD dan ASI Eksklusif, alhamdulillah..

 dapet kunjungan dr Om2 dan Tante2 dari Surabaya dan Madura! ini tampang depan agak ke samping rumah :)

gaya bobok #Quinsha yang masih berusia beberapa hari ;))
 "basecamp" nya kakak #Syauqi, di depan rumah :)) sukaaa banget dia nongkrong di sini..masi tembem pipinya :*

Gaya kakak #Syauqi mau sholat, pake sarung instan buatan Uti Fat bajunya dong, Solo banget :p batik! daaan..itu "unyeng2" ada yg di atas dahi, "unyeng2" kakak ada dua! :D

cerita ttg Solo berlanjut di posting berikutnya ya..
oya, Umi nya #Syauqi n #Quinsha punya akun twitter juga lhooo..
@arinlia dan sekalian juga follow @quinshabatik yaaa :p

Rabu, 23 Januari 2013

PELUANG, TANTANGAN DAN PERAN PTPN X DALAM MEWUJUDKAN SWASEMBADA GULA 2014



Melihat foto-foto Pabrik Gula di jaman Belanda masih menguasai bumi pertiwi ini beserta cerita bahwa dulunya, Indonesia adalah negara penghasil gula terbesar no 2 di dunia setelah Kuba, cukup membuat saya terhenyak. Ya, betapa kaya negri ini, sebetulnya. Tapi, lihatlah kondisi saat ini, maksud saya, apa kabar industri gula di Indonesia belakangan ini? Mengapa di negara yang gemah ripah loh jinawi ini kita masih harus mengimpor gula? Mengapa banyak Pabrik Gula yg dulu sangat berjaya, bahkan mampu menjadi punggung ekonomi saat Belanda terkena krisis ekonomi, satu demi satu tutup, tak beroperasi lagi. Akhir tahun ini kita mendengar berita, bahwa Indonesia tidak saja mengimpor gula tetapi juga beras, garam, bawang merah, teh dan masih banyak lagi! Neraca perdagangan Indonesia bahkan sampai mengalami defisit setelah 50 tahun terakhir yaitu pada tahun 1961 silam.

Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Dalam perekonomian Indonesia, gula merupakan salah satu komoditas strategis. Industri gula berbasis tebu merupakan salah satu sumber pendapatan bagi sekitar 900 ribu petani dan jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai sekitar 1,5 juta orang (data kementrian Pertanian, Dirjen Perkebunan, 2002).  Pasar gula merupakan captive market, di mana pasar sudah pasti dan konsumsi gula selalu mengalami kenaikan demand (permintaan). Data dari Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia produksi gula rata-rata 2,26 juta ton per tahun. Sementara konsumsi sekitar 5,10 juta ton per tahun.sehingga  ketergantungan terhadap gula impor masih cukup besar yakni lebih dari 2,5 juta ton per tahun.  Dan ini adalah salah satu indikator masalah industry gula di Indonesia dimana kecenderungan volume impor terus mengalami peningkatan.

Sebetulnya pemerintah telah mencanangkan swasembada gula 2014, tapi nampaknya masih dibutuhkan kerja keras dan upaya serius dari pemerintah, salah satunya adalah kebijakan yang melindungi petani tebu di dalam negeri. Sangat dinantikan action nyata dari pemerintah, political will dengan membuat kebijakan yang melindungi petani tebu dan tidak cenderung mengambil jalan instan, yaitu: mengimpor gula. Harga gula impor yang murah menyebabkan petani kemudian malas untuk membudidaya tebu yang berimbas pada kurangnya pasokan tebu sehingga pabrik tidak mampu memproduksi gula. Ini menjadi semacam lingkaran setan. Masalah berputar di sini. 

Ada 2 poin penting perbaikan pengelolaan industri gula, yaitu factor on farm dan factor off farm. Berdasarkan data Asosiasi Gula Indonesia, jumlah pabrik gula berbasis tebu lokal di Indonesia saat ini mencapai 62 pabrik. Dengan komposisi pabrik gula milik badan usaha milik negara berjumlah 50 unit dan 12 pabrik milik swasta. Sebagian besar diantaranya merupakan warisan colonial yang telah berumur 67-176 tahun.  Ada 6 PTPN yang berperan dalam industri gula di Indonesia, PTPN II, PTPN VII, PTPN XIV, PTPN IX, PTPN X, dan PTPN XI. PTPN X  sebagai BUMN gula yang semakin menunjukkan kinerja positif, tentu peran sertanya akan signifikan dalam upaya  memenuhi kebutuhan gula nasional. Pada tahun ini PTPN X  mencatat keuntungan luar biasa  Rp 417,1 miliar pada 2012 (meningkat sekitar 200 persen dari Rp 210,8 miliar pada 2011), dari tiga bisnis utama PTPN X yaitu: produk turunan tebu seperti gula dan tetes; bisnis tembakau; dan rumah sakit.  Produk turunan tebu seperti gula dan tetes mendominasi struktur pendapatan sekitar 90 persen. Kinerja positif dari PTPN X , khusususnya dalam bisnis gula karena adanya strategi yang terintegrasi dari hulu ke hilir dan adanya upaya serta inovasi berkelanjutan dalam menciptkan pertumbuhan bisnis.

           PTPN X telah melakukan perbaikan off farm rehabilitasi dan revitalisasi yang bertujuan meningkatkan kapasitas giling dan mutu gula yang dihasilkan, saran dari kami, perbaikan off farm yang bisa dilakukan adalah melakukan merger, beberapa pabrik yang dinilai kurang optimal dalam berproduksi sebaiknya ditutup dan dialihkan ke salah satu pabrik dengan mesin-mesin yang digunakan adalah mesin-mesin baru dengan teknologi yang lebih maju sehingga diharapkan  kapasitas dan kualitas hasil produksi (off farm) meningkat. Pada saat sekarang, tantangan yang sangat mendesak dan butuh peran serta PTPN X adalah dibidang on farm! Mengapa?  Kalau pendapatan petani tebu tidak prospektif memberikan keuntungan yang memadai, akibatnya petani akan mengalih fungsikan lahan/kebunnya dengan komoditas lain, bahkan menjualnya, dan berubah menjadi toko, warung, perumahan dst.  Akibatnya, areal tanaman tebu menyempit, bahan baku berkurang, dan semakin berkurang. Pabrik Gula tanpa bahan baku mau jadi apa?  Ada metoda terobosan dalam bidang on farm, yang telah dikembangkan sejak 1980, oleh Indian Institute of Sugarcane Research, Lucknow, yaitu penanaman tebu dengan metoda “ring pit planting”. Metoda ini selain meningkatkan produktivitas tebu, juga meningkatkan efektivitas pemakaian pupuk dan air, dan ramah lingkungan.

Upaya peningkatan budidaya tebu ini, perlu dicoba oleh PTPN X, karena  bisa melipatgandakan hasil tebu yang dipanen. Untuk 1 ha bila dengan cara konvensional di PTPN X  diperoleh hasil sekitar 80 s/d 90 ton tebu, maka dengan luas yg sama, 1 ha, dengan ring pit planting  ini, seperti yang telah dilakukan di Distrik Dharmapuri, Tamil Nadu, India, akan dapat dihasilkan sekitar 300 ton tebu. Metode ini telah dilakukan di India. Memang belum seluruh India. Tetapi apa salahnya dicoba di Indonesia? Dipelopori oleh PTPN X  di wilayah kerjanya. Apabila metode ini berhasil diterapkan di PTPN X , apalagi di seluruh  Indonesia, maka tidak hanya swasembada gula 2014 dapat tercapai, tetapi juga dapat  mengekspor. Maka saat itu Indonesia menjadi Negara pengekspor gula, yang memberikan kontribusi dalam memenuhi konsumsi gula global yang meningkat sekitar 2% setiap tahunnya. Dengan luas area lahan tebu PTPN X 72.000 hektar maka akan dapat dihasilkan 21,60 juta ton tebu. Jika randemen tebunya 8%, diperoleh gula 1,728 juta ton! Tentu, paling tidak 300% dari yang dicapai sebelumnya. Untuk tambahan perolehan lain: tetes, sisa ampas? Hmm, petani pasti sangat senang, PTPN juga amat senang. Cerita konversi lahan tebu jadi ruko, jadi perumahan, yang menyebabkan lahan menyempit dan jumlah tebu makin berkurang, cukup sampai disini!.Ketersediaan bahan baku tebu untuk Pabrik Gula akan “Lestari berkesinambungan”. Luar biasa! Tidak hanya “fantastic” tetapi “fandamntastic”!  Apakah PTPN X dapat mewujudkan terobosan “on farm” dengan “ring pit planting”? Kenapa tidak? Mulai dengan PTPN X mempelajari apa yang dilakukan di India. Kemudian mengajari para petani kita dengan bersungguh-sungguh, dengan kerjasama yang saling menguntungkan, maka tantangan-terjawab dan peran serta-bukan slogan kosong- untuk mewujudkan swasembada gula khususnya, dapat dipelopori oleh PTPN X. Ayo PTPN X jawab tantangan ini! Ayo Indonesia, kita wujudkan swasembada gula!

Say what we do, do what we say, and…Prove it”!

Selasa, 22 Januari 2013

Yuk wisata cagar budaya Surabaya!


HOUSE OF SAMPOERNA


Surabaya Heritage Track

JADWAL: 
I. Tur pendek atau 1 – 1.5 jam:
Rute : HoS – Tugu Pahlawan – PTPN XI – HoS



II. Tur panjang atau 1.5 – 2 jam:
Rute : HoS – Tunjungan – Balai Kota/Taman Surya – Gd Kesenian Jawa Timur – PTPN XI – HoS
A. Selasa – Kamis 
I: 10:00-11:30
II: 13:00-14:30
III: 15:00-16:30



B. Jumat – Minggu: 
I: 09:00-11:00 : turun di Balai Pemuda
II: 13:00-14:30 : turun di Balai Kota
III: 15:00-17:00 : turun di Cak Durasim




Ternyataaa...Charlie Chaplin sama Marilyn Monroe pernah ke sini lho..iya..ke Surabaya! 



 Awal mula usaha pendiri Sampoerna..buka Toko Kelontong sederhana kayak gini ini..emang bener ya, every big dream starts from little step!


begitu buka pintu masuk, ketemu kolam ikan di bagian tengah ruangan ;) Kiddos will love it! :D


 Dulu Marching Band Sampoerna pernah berjaya bahkan sampai menang di lomba tingkat dunia! kancah internasional, jendral! itu sekitar tahun '92-'93 gitu...entah kenapa sekarang ga diteruskan prestasinya..


 Lapeeer..mari masuk cafe nyaaa...*mata sayu, perut sendu*


 tampak sekilas interior di dalem cafe nya, tampak ada bar di sudut sana


 Syauqi kelaperan, minta nasi goreng..iya, kebetulan juga menu nasi goreng adalah menu yg paling murah..*emak pelit* minumnya..es teh dong masi jadi juara! *masih balada emak pelit:p*

kursinya kursi jadul...i love barang jadul :p

Minggu, 26 Agustus 2012

3 hari di KL bersama Iyak

saya emang cuman kenal ni   anak selama ikut Matrade di Kuala Lumpur,2012. Pertama kali kencan sm ni cewek di Wendys, SUTOS. Pertama kenal kyknya cool ya..krn tampangnya diem..semi2 zombie gitu :p tnyata cerewet juga :D will share a lot about her..tp ini mau lanjut belajar nge-blog sama sepupu saya yg cantiiiiiik, yg punya blog penuh inspirasi juga disini.
yg pengen kenalan sm roommate saya selama di KL, sayang bgt..she'll be bride at Sept,2..tp klo mau kenalan, sila maen ke blognya disini  .